Labels

Selasa, 26 November 2013

Bagus I`m Sorry

Hujan deras mengguyur kota Yogyakarta malam itu, terlihat 2 pemuda sedang berbincang-bincang dan menikmati sebungkus nasi kucing di sebuah warung angkringan, tiba-tiba srrrrrruuut….. air kotor membasahi baju mereka karena sebuah mobil mewah dengan sengaja melindasi jalan berlubang dekat pemuda itu. Dan mobil itu berhenti… “Ha..ha..ha.. rasain lu !!! orang miskin kamseupay eeeeuuuwww kaya kalian emang pantes mandi air kotor !!!” kata Rebecca, seorang mahasiswi kaya yang sombong dan suka mencaci orang. “Eh, cewek sialan keluar lu dari mobil ! parah banget si luu …” Kata Damar, salah satu pemuda di Warung yang memang kenal betul dengan Rebecca.
Namun Bagus, teman Damar, menghalangi Damar untuk berkelahi dengan Rere. Keesokan harinya… “Hai,hai,hai, gue bikin pesta niih, lu pada datang yaaa… tapi inget ini khusus buat orang-orang yang kaya dan keren yang kita, bukan buat rakjel (rakyat jelata)..ha..ha…ha” kata Rebecca bicara pada teman-teman satu ganknya dengan mata melirik pada Bagus dan Damar. Bagus dan Damar menghiraukan ucapan Rebecca, mereka kemudian ke kelas. Rebecca dan teman-temannya pun menyusul ke kelas. pelajaran dosen killerpun dimulai… Seperti biasa dengan ditemani buku-buku tebal Damar dan Bagus selalu mendengarkan betul apa yang beliau ajarkan, tapi Rebecca, tak ada buku dalam tasnya, yang ada hanya Blackberry, Tab, alat make up, uang dan ATM yang memenuhi tasnya. Ketika Rebecca sedang memoleskan lipstick ke bibirnya yang merah merekah itu, tiba-tiba.. “Rebecca ! Siapakah Presiden America Serikat ke 16 ?” Hentak dosen killer yang sudah jengkel melihat kelakuan Rebecca. “Hmmm…. Siapa ya pakk ??? gue gak tau pak ! kayanya engkong gue deh !” Jawab Rebecca dengan masih menggenggam kaca dan lipstick, langsung saja jawaban dia membuat seisi kelas tertawa. Kemudian Bagus menjawabnya, “Abraham Lincoln pak, dia juga mencetuskan bahwa Democracy is a government of the people, by the people and for the people.” Jawaban Asisten Dosen itu membuat kelas gaduh karena para mahasiswa bertepuk-tangan untuknya. Damar tersenyum dan bangga karena temannya dapat menjawab pertanyaan dosen killer itu, namun Rebecca sinis melihatnya. Dalam hati Rebecca bergumam “dia lagi-dia lagi !!”.. Jam kuliah selesai, semua mahasiswa keluar dari kampus UGM . terlihat Rebecca dan teman-temannya menghampiri Damar dan Bagus, “Hai, cowok ganteng dan smart ! ” kata Rebecca dengan melempar senyuman manis. “Ngapain luh, nyamperin kita ? gak usah deket-deket kita deh lu !” kata Damar dengan nada kesal. “Aiiisshhh… woles aja dong ! kita kesini gak akan minta duit sama kalian. Kita mau ngundang kalian buat datang ke Pestanya Rebecca , nanti malam jam 7 . Jangan sampe telat dan temanya itu cute animal, jadi kalian musti pake kostum hewan yang lucu, oke !” kata Angel, salah satu teman Rebecca. “Ogah, kita gak akan datang.” Sahut Damar, namun Bagus sepertinya ingin sekali datang ke pesta tersebut. “Idiiiih, lu apa si Dam? Yang paling gue pengenin datang itu si Bagus ! Bukan lu kutu !” Kata Rebecca dengan mata yang memandang Bagus. “Oke..kita akan datang ke pesta lu Reb.” Jawab Bagus dengan penuh kepastian. Damar kecewa dengan keputusan Bagus untuk datang ke pesta Rebecca nanti malam, Damar sangat jengkel dengan Bagus, karena sudah puluhan bahkan ratusan kali Rebecca menjahili Bagus, tapi Bagus tetap saja bersikap manis pada Rebecca. Damar mulai curiga pada Bagus, apakah Bagus jatuh cinta pada siswa yang kaya, jutek dan sombong itu ? Malam itu pun, mereka langsung ke rumah Rebecca, jarak dari kostan mereka ke rumah Rere tidak begitu jauh, Damar memakai kostum kelinci dan Baguspun memakai kostum Ayam. Namun ketika mereka masuk tepat ke depan pintu rumah Rere… “Wow..beri tepuk tangan yang meriah untuk badut-badut kita,,,..” kata Rebecca sambil tertawa terbahak-bahak. Orang-orang yang sudah datang sejak 15 menit yang lalu itupun tertawa sambil bertepuk tangan pada mereka, karena hanya Damar dan Bagus yang memakai kostum itu, yang lain memakai kostum yang lebih dari WOW…. Damar dan Bagus sejenak terdiam, dan mereka berdua langsung meninggalkan pesta itu, rasanya Bagus ingin menangis, namun jika dia tidak ingat bahwa dia laki-laki dan dia seorang asdos, pasti dia nangis Bombay.. “Lu denger dong apa yang gue bilang Gus, kita gak usah datang ke pesta itu, kalau bukan karena lu, gue gak akan mau datang ke pesta cewek sialan itu. Sekarang apa yang kita dapat ? malu Gus, malu ! kita saltum ! gue udah curiga sama Rebecca, tadi pagi pas dia bikin pengumuman itu, dia seolah-olah gak ngizinin kita buat datang, tapi pas pulang , tiba-tiba dia nyuruh kita buat datang kan ?” Keluh Damar. “STOP !! Bisa gak si lu, gak usah cerewet dan bawel ? Gue lagi pusing nih, besok gue bakal ke Bali !” kata Bagus dengan perasaan emosi, sedih dan kecewa. “What ? yang bener lu …” kaget Damar. Esoknya, Damar mengantar Bagus terlebih dahulu ke Bandara, sebelum dia ke UGM. “Kasih kabar terus ya Sob… gue kehilangan lu ..” kata Damar sambil memeluk Bagus dan menitikkan air mata. Setelah Damar memastikan Bagus sudah pergi ke Bali, dia langsung ke Kampus dengan motor Vespa kesayangannya. Rebecca menghampiri Damar.. “Kutu, si Bagus Tomcat, kemana ?” Tanya Rebecca dengan nada penasaran dan mata yang melirik kanan kiri, mencari-cari Bagus. “Dia pergi.” Jawab Bagus, sambil berjalan menuju kelas dan sangat enggan melihat wajah Rebecca. “Pergi kemana si Tomcat ?” pertanyaan Rebecca tidak Damar jawab. Dari awal jam mata kuliah hingga akhir, Rebecca selalu menanyakan keberadaan Bagus, namun Damar tidak menjawabnya, karena Damar selalu ingat kejahilan-kejahilan yang dibuat olehnya kepada Bagus. Seminggu berlalu… Sejak perginya Bagus ke Bali, Rebecca terlihat selalu galau dan jika diajak bicara selalu tidak nyambung, dia lebih sering terlihat melamun sambil sesekali menitikkan air mata. “Dam.. please lu kasih tau ke gue, dimana Bagus? Pleaseee……. Gue mohon sama lu, ini pertanyaan gue yang terakhir” Tanya Rebecca dengan raut wajah yang sedih.. Melihat tingkah laku Rebecca yang semakin hari semakin aneh dan melihat raut wajah yang begitu, Damar terketuk untuk memberitahunya .. “Okee.. gue kasih tau dimana Bagus sekarang, dia pergi ke Bali.” Jawab Damar sambil membuka-buka buku tebalnya. “Ngapain dia ke Bali ? Alamat jelasnya dimana ? Anter gue kesana yuk kutu, please…” Tanya Rere dengan wajah yang sumringah dan antusias. “Dia mau married, dijodohin sama ortunya.” Sejenak Rere terdiam mendengar jawaban dari Damar dan raut wajah gembira berubah jadi sedih. Diam membisu, tanpa berkata-kata. “Napa lu ? Kaget dengernya ? Dia udah lama suka sama lu, bukan suka lagi cinta mati dan saying banget sama lu. Tapi lu gak pernah ngerasain itu kan? Kejahilan-kejahilan yang lu buat ke dia, juga hinaan-hinaan yang lu ucapin ke dia, gak pernah dia bales kan?” Jawab Damar. “Bagus…lu dimana ? gue kangen sama lu, gue juga saying sama lu…” tanpa sadar Rere berkata itu dan terdengar oleh Bagus. “Hah? Lu bilang apa barusan ? lu fall in love sama Bagus ? Si Tomcat, kamseupay dan eeuuuww… hahahaha :D “ Kata Damar sambil tertawa terbahak-bahak. “Iya, gue akuin, gue jatuh cinta, cinta beraaaaaaaaat sama Bagus, tapi sekarang sirna sudah, dia udah mau married ma cewek lain. “ Rere kecewa. “Lu serius bener-bener cinta ma dia ? kalau bener, lu perjuangin cinta lu ! Lu gagalin pernikahan si Bagus !” Damar menyemangati Rere. “Gak….gak… gue gak akan ngegagalin acara pernikahan Bagus, gue cuma pengen liat Bagus nikah aja. Hmmm….gue terpaksa mesti nerima perjodohan bonyok gue juga Dam.” “Lu mau dijodohin ma siapa Re?” Tanya Damar penasaran. “Sama anak dari rekan bisnis bokap gue, gue gak mau ma dia, karena gue gak tau mukanya, sampe saat ini gue belum pernah ketemu ma dia. Gue juga gak banyak Tanya tentang dia ma bonyok gue, karena gue juga jarang ketemu bonyok, mereke sibuk dengan bisnis sana-sini, dan meeting juga ketemu client.” Curhatan Rere pada Damar. “Lusa, Bagus akan melangsungkan pernikahannya. Jadi besok kita harus ke Bali.” Kata Damar Rere menyetujuinya, karena dia ingin melihat Bagus bahagia, mungkin ini untuk terakhir kalinya. Keesokan harinya, Rere menjemput Damar pagi-pagi di kostannya, dan mereka langsung ke Bali, sesampainya di Bali, mereka bertanya-tanya alamat yang mereka tuju, hingga malam hari tiba, alamat itu belum mereka temukan. “Kemana-kemana-kemana… ku harus mencari kemana…?” sindir Damar pada Rere, Rere hanya tersenyum, hingga mereka memutuskan untuk menginap dulu di Hotel sekitar, tentunya dengan kamar berbeda. Pagi-paginya mereka melanjutkan perjalanan untuk menemukan alamat itu, dan akhirnya mereka berada persis di depan sebuah rumah mewah dengan tenda biru, kursi-kursi, juga prasmanan, orang-orangpun berlalu-lalang mempersiapkan hajat tersebut. Rere tercengang, dan bertanya pada Damar. “Kutu, ini rumah Bagus?” “Iye” Jawab Damar. “Bagus.. I`m sorry…” Kata Rere sambil menitikkan air mata. Kemudian Bagus keluar dari rumah itu, dan kaget melihat Damar dan Rebecca. Rebecca menghampiri Bagus dan tanpa basa-basi Rere berkata sambil mengusap air matanya,”Selamat menempuh hidup baru ya Gus, nikah kok gak undang-undang sih? Oya mana calon istri kamu? Kenalin donk sama aku.” Bagus hanya terdiam dengan raut wajah yang aneh, “Siapa yang mau nikah ? Ini sih halal bil halal orangtua aku.” Jawab Bagus. “Jadi….??” Rere berkata. “Iya, aku cuti 2 minggu buat ngurusin halal bil halal orangtua aku, bukan buat pesta pernikahan aku.” Jawab Bagus. Rebecca dan Bagus spontan melihat Damar yang sedang tertawa terbahak-bahak,,,,”ciyeee….ehem,ehem,cek now… aku-kamu ngomongnya, biasanya juga gue-elu.” “KUTUUUUUUUUUUUU……….” Teriak Rere. Orangtua Bagus keluar, “Ada apa Gus? Kok ribut-ribut gini sih ?” Tanya Ibu Bagus. “Loh, kok ada Rebecca? Kamu sama siapa kesini nak ? nyusul mama kamu ya?” Tanya ibu Bagus “Tante, jadi tante ibu si Tomcat? Mama juga ada disini? Gimana sih, bilangnya mau ke Paris, eeeh malah nyangkut di Bali.” Tanya Rere.. Bagus dan Damar bengong….. “Bagus, Rebecca ini orang yang akan ibu jodohkan sama kamu, cantik kan?” “Banget , Bu..” Jawab Bagus sambil menatap dalam pada Rebecca.. Akhirnya, Baguslah orang yang akan menjadi suami Rebecca, dan Orangtua merekapun sudah saling kenal. Karya : SITI PATIMAH

Tidak ada komentar:

Posting Komentar